Thursday, June 4, 2015

Pengembangan dan Implementasi E-Government

Batasan Dalam pengembangan e-Gov adalah :
a. Adanya kerangka e-government nasional berdasarkan Inpres No. 3 Thn 2003
- E-gov daerah otonom dan instansi pusat harus sesuai dengan kerangka nasional untuk menjamin integrasi
b. Pertimbangan strategis manajemen
- Prioritas kebutuhan
- Ketersediaan sumberdaya pendukung
  • Sumber daya manusia
  • Finansial
  • Kepemimpinan dan regulasi
  • Manajemen sistem informasi
c. Standar dan kebijakan akademis dan ilmiah dalam pengembangan sistem

Metodologi Penyusunan Master Plan Pengembangan E-Gov antara lain :

A. Metodologi Tambal Sulam
- Persepsi E-gov adalah pengembangan sistem informasi
- Tidak mempertimbangkan sustainability sumber daya pendukung
- Lebih bersifat reaktif, tidak ada rencana strategis :
  • Rentang waktu pengembangan 
  • Tahap-tahap target
  • Manajemen sumber daya pendukung
Walaupun mungkin bisa menjawab kebutuhan jangka pendek, tetapi dalam rentang waktu menengah  - panjang akan memunculkan masala :
  • Bagaimana mengorganisasikan data yang terpisah pisah? bagaimana mendapatkan data strategis lintas sistem?
  • Bagaimana mengadakan langkah-langkah pemeliharaan
  • Penambahan sistem informasi baru harus disertai lagi dengan infrastruktur server atau jaringan komunikasi, padahal infrastruktur tersebut dapat lebih dihemat dengan pemakaian bersama-sama.
B. Metodologi Terpadu
- Memberikan visi atas keseluruhan gerak pengembangan e-government
- Kemudahan dalam sosialisasi dalam rangka pembentukan visi bersama sebagai langkah penting untuk transformasi organisasi
- Terintegrasi dengan strategi manajemen pemerintahan institusi terkait
- Kemudahan kontrol dan evaluasi atas keberjalannya, karena adanya framework dan target periodik.
- Kemudahan pengembangan untuk perencanaan rentang waktu selanjutnya, karena semua rencana dan kunci sukses dievaluasi dan tercatat.

Aspek - Aspek Perencanaan yaitu :
- Lapisan Struktur
  • Akses
  • Aplikasi layanan
  • Organisasi pengelolaan dan pengolahan informasi 
Infrastruktur dan aplikasi dasar
- Pilar pendukung
  • Manajemen perubahan
  • Kebijakan 
  • Kerangka peraturan 
  • Analisa kebutuhan masyarakat

Tinjauan Aspek  meliputi :
1. Akses yaitu jaringan telekomunikasi jaringan internet dan media komunikasi lain yang dapat dipergunakan oleh masyarakat untuk mengakses aplikasi layanan
2. Aplikasi Layanan yaitu aplikasi layanan publik (warga dan bisnis ) yang  mengintegrasikan proses pengolahan dan pengelolaan informasi dan dokumen elektronik di sejumlah instansi yant terkait ; juga aplikasi layanan untuk manajemen.
3. Organisasi Pengelolaan dan Pengolahan Informasi yaitu organisasi pendukung (back -office) yang mengelola, menyediakan dan mengolah transaksi informasi dan dokumen elektronik
4. Infrastruktur dan aplikasi dasar yaitu semua prasarana baik berbentuk perangkat keras dan perangkat lunak yang diperlukan untuk mendukurn pengelolaan, pengeolahan, transaksi, dan penyaluran informasi. Baik antar back-office antar aplikasi layanan dengan back-office, maupun  antara aplikasi layanan dengan jaringan internet, secara handal, aman dan terpercaya.

Alokasi Sumberdaya
Penyusunan rencana  kebutuhan sumber daya :
- Identifikasi tren
- Rencana Perangkat Keras
- Rencana Personel
- Rencana Jaringan komunikasi data
- Rencana Fasilitas
- Rencana Finansial

Project Planing
Mengevaluasi proyek dan penyusunan rencana Proyek :
- Evaluasi Proyek
- Identifikasi Pekerjaan
- Estimasi Biaya
- Checkpoints
- Tanggal Selesai

Key Succes Factor For e-Gov
- Kecukupan waktu mulai survey sampai dengan akhir
- Tingkat kooperasi tim konsultan dengan tim partner dan manajemen secara umum
- Dokumentasi hasil kerja selama proses survey, penyusunan,
- Komitmen Leadership :
  a. Periode Target
  b. Sumber daya pendukung : finansial, manajemen
- Sosialisasi

Pemateri : Dr Suhono Harso Supangkat (Associate Profesor ITB)
Kegiatan : Seminar Nasional Teknologi Informasi
Tema : Solusi Permasalahan Social Engineering dalam Penerapan E-Government"
Tanggal : Bandung, 09 Maret 2004

Solusi "e-Government" Meningkatkan Daya Saing Daerah

Latar belakang dari e-Government yang ada di indonesia adalah :
  1. UU Otonomi daerah No. 22 thn 1999 tentang Pemerintahan Daerah
  2. INPRES No. 3 tahun 2003 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan e-Government.
  3. Kebijakan publik " Good Corporate governance"
e-Government adalah Suatu sistem informasi manajemen berbasis elektronis untuk membantu pemerintah dalam menyediakan informasi, memberikan layanan umum, dan memungkinkan adanya transaksi secara online baik ke badan / perusahaan lain maupun dengan masyarakatnya dengan kualitas yang lebih baik.

E-Gov sangat di perlukan untuk:
1. Standarisasi Layanan Masyarakat :
  • Memberikan kepastian kepada masyarakat.
  • Berkembangnya kepercayaan Masyarakat dan dunia usaha kepada pemerintah kota maupun pemerintah kabupaten
2. Pengembangan usaha
  • Internal (iklim kondusif antara pemda - masyarakat - dunia usaha
  • Eksternal ( menarik investasi )
3. Pengembangan potensi Masyarakat
  • Edukasi yaitu meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat
  • Kesehatan yaitu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Beberapa komponen utama keberhasilan penerapan e-Gov adalah :
- Leadership
- Infrastruktur
- Peraturan Perundang - Undangan
- Penyiapan kompetensi SDM
- Dana dan Anggaran
- Kemauan untuk melakukan perubahan

Adapun tahapan tahapan dalam pengembangan e-Gov adalah :
1. Pengembangan infrastruktur fisik
  • LAN Kantor Pemerintahan
  • Jaringan interkoneksi LAN antar kantor Pemerintahan
  • Koneksi ke internet (Untuk akses ke dunia luar dan akses masyarakat ke pemerintah)
2. Pengembangan aplikasi dan content :
  • Aplikasi internal Pemda
  • Aplikasi layanan masyarakat
  • Aplikasi layanan dunia usaha
3. Pengembangan SDM
  • Pegawai Pemda
  • Masyarakat

E-Government service meliputi :
- Terdapat fleksibelitas / pilihan untuk akses e-goverment :
  • Datang langsung ke kantor pelayanan
  • via telephone
  • via internet
  • melalui MCT (Multi purpose Community Telecenter)
- Akses secara online ke layanan dan informasi government
- Adanya layanan dengan privacy dan security tinggi
- Adanya fleksibelitas waktu untuk memperoleh pelayanan.

Secara umum di temukan beberapa kendala / Hal yang harus diperhatikan yaitu :
  • GCG (Transparency, Accountability, Responsibility, Fairness)
  • Leadership
  • Infrastruktur
  • Peraturan Perundang-Undangan
  • Penyiapan Kompetensi SDM
  • Dana dan Anggaran
  • Kemauan untuk melakukan Perubahan.

Pemateri : Bilpen Nainggolan
Kegiatan : Seminar Nasional Teknologi Informasi
Tema : Solusi Permasalahan Social Engineering dalam Penerapan E-Government"
Tanggal : Bandung, 09 Maret 2004

Thursday, May 28, 2015

Resep Soto ala Bunda

Papa ku mulai malas makan, di tawarin lauk ini itu ga mau, di tawari makanan ini itu pun juga ga mau. Akhirnya lapor sama kakak kakak biar bisa bantuin ngebujuk papa makan. Nah salah salah satu yg datang ke rumah untuk ngelihat papa adalah kakak sepupu ku. Kami memanggilnya Bunda karena anak-anaknya memangil dia Bunda. Rumahnya lumayan deket dan kadang klo habis sholat ke mesjid Bunda /Ayah (suaminya) datang kerumah melihat kondisi papaku.
Bunda datang dengan membawa soto buatannya, dan taraaaaa papaku pun mau makan, kata papa soto buatan ponakannya itu enak. Dan aku disuruh belajar masak tu soto oleh papa. Dengan tujuan kalo papa pengen soto papa tinggal bilang ke aku :) Ha..ha.. aku sih seneng aja disuruh belajar bikin soto tsb.
Nah bahan-bahan soto ayam buatan Bunda yaitu:
Untuk kuah Soto:
2,5 liter air
1 ekor ayam (kira kira 800gr - 1kg) di rebus
3 siung bawang putih yg telah dihaluskan
4 lbr daun salam
6 lbr daun jeruk
1 buah sere di keprek
1 buah kulit kayu manis kirakira 1cm x 4 cm

Dihaluskan:
6 siung bawang putih
10 butir marica
¼ buah pala
3 buah cengkeh
1 buah kapulaga

250 gr Bihun
3 batang Daun bawang potong potong sekitar 5 - 10 cm
Daun seledri secukupnya
Bawang goreng secukupnya
Garam secukupnya

Cara membuat:
1. Rebus semua bahan untuk kuah soto sampai ayam empuk.
2. Jika ayam telah empuk keluarkan dari rebusan dan suir daging ayam tsb. Pisahkan. Sementara itu tulang ayam dapat dimasukkan kembali ke rebusan.
3. Sambil menunggu rebusan ayam tumis semua bahan yang telah dihaluskan di tambah daun bawang
4. Jika tumisan telah harum masukkan ke air rebusan dengan syarat ayam telah di keluarkan dari rebusan
5. Rendam bihun dengan air panas. Lalu saring.

Saran penyajian
Ambil sedikit nasi (sesuai selera), beri bihun di atasnya (secukupnya), taburi ayam suir, siram dengan kuah soto, beri bawang goreng dan irisan sledri.
Dapat juga di tambah pergedel kentang.

Wednesday, May 27, 2015

Tips Menghadapi Gempa Bumi

Hai dear,
Dalam tulisan ini saya mau berbagi tips untuk menghadapi gempa bumi. Berhubung di indonesia tercinta yang kawasannya merupakan jalur gempa so.. ga ada salahnyakan untuk mengetahui tips tersebut?  Tujuannya untuk mengurangi resiko saat kejadian.
Apalagi sejak kembali berdomisili ke kampung halaman di Padang kota Tercinta (Sumatera Barat) pada tahun 2010. Awalnya rada parno juga, tapi karena yah emang bakalan di sini jadi cari-cari tau dan nyari-nyari ilmunya juga. Gimana ga parno wong Kota Padang letaknya di daerah pantai. jarak rumahku dan pantai sekitar 200m.
Ok deh.. Lanjut ke tips-nya aja ya.. Tips ini didapat saat kerja di BNPB sebagai fasilitator Dana Bantuan Gempa Sumatera Barat.
Jika Berada Dalam Mobil tindakan yang sebaiknya dilakukan adalah:
1. Jangan menginjak rem secara mendadak.
2. Hentikan kedaraan di tempat terbuka
3. Jangan berhenti di atas jembatan atau di bawah jalan layang atau jembatan penyebrangan.
4. Keluar dari kendaraan
5. Berbaringlah di samping kendaraan tersebut.
Jika Berada di  Luar Ruangan.
1. Jauhilah bangunan Tinggi
2. Jauhilah dinding dan pagar beton
3. Jauhilah tebing terjal
4. Jauhilah pusat listrik dan tiang listrik
5. Jauhilah papan reklame dan pohon tinggi
6. Carilah tempat yang terbuka atau lapangan luas.
Jika berada di dalam ruangan
1. Lindungi kepala
2. Jauhi kaca / jendela kaca
3. Berlindung di bawah meja saat gempa terjadi
Semoga bermanfaat ya..

Wednesday, May 20, 2015

Sistem Pencatatan

Pencatatan akuntansi menggunakan data-data yang dikumpulkan agar menghasilkan laporan akuntansi. Sistem akuntansi keuangan tergantung pada sejumlah besar sumber data. Catatan-catatan akuntansi yang disimpan dapat berbentuk data berikut :
  • Faktur, nota kredit, kuitansi tanda terima, dan tanda terima barang
  • Catatan bank, seperti buku pembayaran dan buku bank
  • Kontrak
  • Pencatatan Upah
  • Buku Stok Persediaan dll.
  • Bukti otorisasi intern yang biasa disebut voucher
Sistem pencatatan akuntansi keuangan  menggunakan berbagai macam buku. Buku-buku tersebut dapat berbentuk bundel, atau halaman halaman lepas, kartu-kartu, pita-pita, atau soft copy.

Buku harian (atau jurnal) biasanya diadakan untuk mencatat transaksi decara kronologis (berdasarkan urutan waktu). Untuktransaksi-transaksi sering terjadi bisa dibuatkan buku jurnal khusus/special journal, contohnya buku-buku sbb:
  1. Buku penerimaan kas
  2. Buku pegeluaran kas
  3. Buku harian penjualan, yang mencatat pembelian kredit, yaitu pembelian barang dagangan atau bahan baku untuk produksi.
beberapa penulis menggunakan istilah journal / jurnal untuk buku harian, misalnya buku harian penjualan dapat disebut jurnal penjualan.

Buku Besar (Ledger)
Buku besar adalah seperangkat perkiraan yang digunakan untuk menyimpan dan mengakumulasikan informasi akuntansi. Pada akhir periode setiap buku besar dihitung saldonya dan saldo-saldo buku besar inilah yang nantinya akan disusun menjadi laporan keuangan.

Buku Tambahan (Subsidiary Ledger)
Buku tambahan adalah seperangkat perkiraan yang merincikan salah satu perkiraan buku besar. Suatu perusahaan seperti PLN, TELKOM dll yang memiliki banya sekali langganan tidak cukup hanya memiliki satu perkiraan Piutang Dagang tetapi perlu juga mempunyai catatan terinci dari tiap-tiap langganannya. Buku semacam itu secara umum disebut Buku (tambahan) Piutang Dagang.

Sistem Pembukuan Berganda
Efek ganda dari suatu transaksi bisnis dicatat dengan bantuan sistem pembukuan berganda / double entry bookeeping system. Setiap perkiraan digunakan untuk mengumpulkan dan menyimpan informasi akuntansi yang diperlukan untuk menghasilkan laporan keuangan yaitu laporan rugi-laba dan neraca. Cara operasi sistem pembukuan berganda adalah sisi sebelah kiri merupakan sisi debit sedangkan sisi kanan merupakan sisi kredit.

Neraca Lajur
Neraca Lajur adalah kertas kerja penyusunan laporan keuangan yang terdiri dari empat pasang kolom debet - kredit yaitu:
1. Neraca Saldo
2. Penyesuaian
3. Ikhtisar Rugi Laba dan
4. Neraca Akhir

Materi : Akuntansi dan keuangan untuk Manajer Non Akuntansi
Modul 3 : Sistem Pencatatan
Instruktur : Drs. Rudi Lizwaril Sjaiful, S.E., MM, Ak.
Retooling Batch IV RICE
PT.INTI Bandung - 2006

Konsep konsep akuntansi


Pernyataan Standard Akuntansi Keuangan (PSAK) adalah standar akuntansi yang disusun oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). PSAK memberikan petujuk secara garis besar mengenai berbagai masalah akuntansi. Walaupun secara umum PSAK tidak memiliki kekuatan hukum, perusahaan perusahaan cenderung untuk mematuhinya sebab jika tidak, akuntan publik tidak akan memberikan pernyataan yang wajar tanpa pengecualian / unqualified opinion.

Konsep Akuntansi Keuangan sering juga disebut sebagai prinsip akuntansi atau postulates. Dalam sesi ini kita sepakatkan saja untuk menggunakan istilah konsep akuntasi. Konsep Akuntansi adalah suatu peraturan atau petunjuk tentang bagaimana caranya menghitung angka angka yang disajikan dalam laporan kuangan. Perlu juga dipahami sejak awal bahwa penerapan konsep konsep tertentu tidak terlepas dari pertimbangan pertimbangan yang subyektif sehingga walupun menggunakan data mentah yang sama, dua akuntan bisa menghasilkan dua laporan keuangan yang berbeda.

Konsep Konsep akuntansi antara lain :
1. Pengukuran nilai berdasarkan mata uang / money measurement.
Laporan keuangan hanya menyajikan hal hal yang bisa dinilai dengan mata uang. Hal hal lain yang bersifat kualitatif, walaupun merupakan faktor yang bisa membawa perusahaan / organisasi ke tingkat keberhasilan yang lebih tinggi, hal tersebut tidak tergambarkan di dalam laporan keuangan.
Contohnya : kemampuan management, hubungan bisnis yang baik dan sebagainya

2. Konsep Realisasi / Realization,
Konsep ini memastikan kapan saatnya kita mengakui adanya penjualan barang dan jasa untuk tujuan perhitungan rugi dan laba. Seandainya barang tersebut dijual secara tunai, penjualan dapat segera diakui pada saat uang tunai (kas)  di terima. Kalau barang tersebut dijual secara kredit, persoalannya menjadi rumit : Apakah penjualan diakui pada saat barang dikirimkan oleh penjual, atau pada saat barang di terima oleh si pembeli atau pada saat surat penagihan dikirimkan, ataukah pada saat si pembeli melakukan pembayaran.

3. Konsep kehati-hatian (Konservatisme),
Konsep ini mengajarkan bahwa kita jangan memperhitungkan keuntungan yang belum bisa dipastikan; dilain pihak kita harus memperhitungkan kemungkinan terjadinya kerugian / biaya. Konsep ini mencerminkan sifat kehati-hatian dari para akuntan, namun penerapan konsep ini dapat mengakibatkan perhitungan laba perusahaan terlalu rendah / understated.

4. Konsep Materialitas / materiality,
Perkalakuan akuntansi terhadap berbagai transaksi perusahaan akan tergantung pula kepada apakah nilai transaksi tersebut besar atau tidak.

5. Konsep Perpadanan / matching (accurals),
Tujuan diterapkannya konsep ini adalah untuk membebankan biaya pada periode biaya tersebut dikomsumir. Untuk tujuan tersebut unsur biaya dapat diklasifikasikan sebagai biaya yang sudah terpakai / exipired cost dan biaya yang belum terpakai / unexpired cost. Biaya yang sudah terpakai adalah biaya yang sudah dimanfaatkan pada suatu periode, terlepas dari apakah biaya tersebut sudah di bayar atau belum. Apabila belum dibayar, biaya tersebut seringkali dinamakan sebagai biaya terutang atau biaya yang belum dibayar / accured expenses. Biaya yang belum terpakai adalah biaya yang sudah dibayar pada periode yang bersangkutan namun belum dimanfaatkan. Biaya semacam ini seringkali disebut sebagai biaya dibayar dimuka.

6. Konsep Biaya / Cost,
Aktiva - aktiva yang disajikan di dalam neraca nilainya cenderung merupakan nili historis setelah dikurang nilai yang di depresiasikan. Nilai historis adalah fakta yang objektif sedangkan nilai-nilai lainnya cenderung bersifat subjektif.

7. Konsep Kelangsungan Usaha / Going concern,
konsep ini menyatakan bahwa perkiraan-perkiraan akuntansi hendaknya dipersiapkan berdasarkan asumsi bahwa perusahaan akan beroperasi terus  dan tidak dimaksudkan untuk dilikuidasi. Nilai likuidasi biasanya berbeda daripada nilai yang disusun berdasarkan asumsi kelangsungan usaha.

8. Konsep Entitas / Entity,
konsep ini menyatakan bahwa transaksi perusahaan tidak boleh dicampur-adukkan dan harus dipisahkan secara tegas dari transaksi pribadi para pemiliknya.

9. Konsep Konsistensi / consistency,
Untuk dapat membandingkan suatu laporan keuntungan dengan laporan keuangan yang lain (dari perusahaan yang sama tetapi periodenya berbeda atau dari perusahaan yang lain tetapi periodenya sama) maka catatan-catatan akuntansi hendaknya dibuat dengan metode akuntansi yang konsisten

10. Konsep keterbukaan / disclosure,
Konsep ini mengharuskan pihak-pihak yang menyusun laporan keuangan untuk memberikan penjelasan mengenai hal-hal penting untuk melingkapi informasi yang diberikan oleh laporan keuanga. Penjelasan tersebut misalnya mengenai metode akuntansi yang dipergunakan, perubahan dari satu metode ke metode lain, kejadian kejadian sesudah tanggal neraca yang bisa merubah keputusan seseorang atau sesuatu pihak.

11. Konsep Objektivitas / Objectivity (fairness),
Mereka yang bertanggungg jawab untuk menyusun laporan keuangan haruslah berusaha untuk mengurangi penyimpangan-penyimpangan yang timbul  karena pertimbangan pribadi. Memang karena banyaknya hal-hal yang memerlukan pertimbangan-pertimbangan subjektif, usaha ini tidaklah selalu mudah.

12. Konsep Dualitas / duality,
Konsep ini didasarkan kepada sistem pencatatan berpasangan.
Contoh : apabila kita hendak mencatat transaksi pembayaran biaya transport maka periraan biaya transport didebet dan perkiraan kas dikredit sebesar biaya transport yang dibayarkan. Kalau kita menjual barang secara kredit maka perkiraan Piutang Dagang didebit dan perkiraan Penjualan di kredit. Setiap transaksi mempunyai efek ganda / dual effect terhadap perkiraan akuntansi. Setiap Pendebetan  suatu perkiraan harus diikuti dengan pengkreditan perkiraan lainnya.

13. Konsep Daya Uji / Verifiability,
Setiap Perkiraan akuntansi harus dapat dibuktikan kebenaran / kewajarannya secara independent. Kegiatan pemeriksaan ini biasanya dilakukan oleh auditor.

Materi : Akuntansi dan keuangan untuk Manajer Non Akuntansi
Modul 2 Konsep konsep akuntansi
Instruktur : Drs. Rudi Lizwaril Sjaiful, S.E., MM, Ak.
Retooling Batch IV RICE
PT.INTI Bandung - 2006

Tuesday, May 19, 2015

Budgeting

Perencanaan keuangan juga bisa dilakukan melalui penganggaran operasi atau lazim disebut "Perencanaan Laba". Jangka pendek yang dituangkan dalam anggaran operasi. Perusahaan setiap tahun harus membuat anggaran sebagai pedoman dan alat control pelaksanaan kegiatan operasi.

Pembuatan anggaran operasi melibatkan semua level manager, karena manager lebih mengetahui dan lebih memiliki pengalaman dalam menjalankan perusahaan dibanding pihak lain (Dewan Komisaris dan Pemegang Saham).

Keterampilam dan kemampuan manager menentukan ketepatan (akurasi) anggaran yang dibuatnya. Setelah anggaran disusun oleh suatu tim yang terdiri dari para manager ahli, selanjutnya dimintakan pengesahan oleh dewan komisaris (pemegang saham atau pembeli).

Anggaran operasi yang lazim disusun oleh suatu perusahaan adalah :
- Anggaran penjualan, menurut jenis produk, menurut wilayah, baik secara fiaik ( kuantitas) maupun secara nilai rupiahnya.
- Anggaran produksi, yaitu menyesuaikan kebutuhan volume penjualan yang dianggarkan dengan persediaan akhir barang jadi yang ditetapkan dan persediaan barang jadi pada awal periode.
- Anggaran kebutuhan bahan, yang berkaitan dengan anggaran pembelian bahan yang di pengaruhi oleh tingkat persediaan bahan pada akhir periode dan awal periode.
- Anggaran Upah tenaga kerja langsung
- Anggaran biaya overhead pabrik
- Anggaran biaya pemasaran
- Anggaran biaya administrasi
- Anggaran Laba
- Anggaran Neraca

Hakekat anggaran itu adalah suatu perncanaan keuangan dalam jangka pendek, dimana dana harus ditentukan sumbernya dan ditentukan penggunaannya.